Kamis, 17 Januari 2013

SEMAR KUNING

SEMAR MENDEM

SEMAR RAJAH

SEMAR NANGIS

SEMAR MESEM

SEMAR BODRONOYO

SEMAR KUNCUNG


Mendengar kata “Semar” mungkin ingatan kita langsung menuju kepada salah satu tokoh dalam dunia pewayangan. Dalam dunia pewayangan khususnya yang dikenal ditanah Jawa, Semar selalu hadir pada saat “goro-goro” dimana ketika terjadi kerusuhan, keguncangan dan huru-hara Semar hadir dan menjadi tokoh penting yang bisa memberikan solusi yang bijak atas konflik yang terjadi antara Pandawa dan Kurawa.
Semar dalam dunia pewayangan memiliki 3 orang anak yaitu Gareng, Petruk dan Bagong. Semar sendiri digambarkan sebagai seorang dewa yang menjelma menjadi seorang “abdi/pelayan/pembantu/penghibur” bagi seisi alam. Dimana dalam mitos dunia pewayangan Semar lahir dari telur yang menetas sendiri bersama dua makhluk tertua yaitu Batara Guru dan Togog. Oleh karenanya Semar sudah ada sebelum orang Jawa, sehingga Semar dipercaya melekat pada kehidupan orang Jawa sampai saat ini.
Lalu apa hubungannya dengan “Keris semar Mesem” ?. Semar Mesem lebih dikenal sebagai suatu ajian pengasihan yang digunakan untuk memikat pihak “lawan” (sejenis atau lain jenis). Dengan ajian Semar Mesem, yang arti dalam Bahasa Indonesia Semar Senyum, maka diharapkan orang disekitar kita akan senang kepada kita. Mungkin ini ada kaitannya dengan sikap mesem atau tersenyum, dimana orang yang tersenyum tentunya lebih enak dipandang mata ketimbang orang yang tidak tersenyum (cemberut).
Insya Allah bagi orang yang memegang keris ini akan memiliki daya pengasihan yang sangat kuat, bisa digunakan untuk menundukan orang lain supaya nurut kepada kita.


0 komentar:

Posting Komentar